Ketan Sirkayan, Citarasa Minang Dalam Kuliner Pekalongan

image

Ketan Sirkayan, citarasa minang dalam kuliner pekalongan.

Di negeri minang, kuliner ini disebut ketan srikaya dengan toping berwarna lebih merah dibanding sirkayan. Selain itu, ketan srikaya cenderung padat tidak berkuah seperti sirkayan.

Saya cukup yakin jajan ini hadir di pekalongan dibawa oleh para perantau asal negeri minang. Ada beberapa penyebar ajaran islam yang merantau ke pekalongan diantaranya adalah buya Ghafar Ismail dan buya ahmad rasyid sutan mansyur.

Ketan Sirkayan dibuat dari ketan yang diolah dengan santan sehingga terasa gurih. Sedangkan toping sirkayan adalah kocokan telur yang dicampur dengan gula jawa, gula pasir serta santan cair. Cara memasaknya adalah dikukus dengan api sedang.

Seperti halnya di padang, jajanan ini populer saat bulan puasa. Waktu saya kecil, embah saya sering menyajikan ketan sirkayan dengan roti tawar Purimas untuk menu berbuka puasa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s