Kicik Kambing Khas Jogja

IMG-20170527-WA0010

Puasa hari pertama kebetulan jatuh di hari Sabtu dimana aktifitas kerja memang lagi kosong. Namun saya memilih mencari aktifitas di rumah yaitu ngecat (plitur) gebyok.. hahaha… iya di rumah saya pasang gebyok kecil sebagai hiasan antara ruang tamu dan dapur. Ternyata gak terasa setengah hari saya habiskan untuk kegiatan tersebut. Sedangkan sinok sedang sibuk di dapurnya katanya sih mengolah daging kambing.

Sore setelah sholat Ashar saya coba nengok ke dapur, eh ternyata sudah ada seporsi Kicik Kambing khas Jogja. Ya, beberapa waktu lalu saya dan sinok pergi ke Jogja dan mampir ke warung Sate Klathak Pak Bari yang juga menyediakan menu Kicik Kambing. Sajian ini sangat khas Jogja dimana baceman menjadi salah satu cara memasak yang banyak digunakan untuk kuliner khas Jogja. Kicik Kambing juga diolah dengan cara dibacem. Proses bacemnya juga tidak main main, habis waktu tiga jam.. wew. Kecap manis, gula jawa, ketumbar, bawnag merah, bawang putih, jinten, lengkuas, sereh, garam, daun salam, bunga pekak, adalah ramuan bumbu Kicik Kambing.

Sambil menunggu waktu berbuka sinok juga membuat sayur sop dan satu menu ta’jil berupa kolak labu. Buka puasa hari pertama ini bakal meriah. Udah gak sabar nih!

Advertisements

Nasi Bukhori dan Romantisnya Madinah

image

Selepas shalat jama’ah kita ketemu di gerbang utama ya, aku mau ajak jalan-jalan” begitulah kurang lebih isi sms yang aku kirimkan kepada istriku menjelang hari terakhir di Madinah. Memang selama umroh kami tidak memiliki waktu khusus untuk berdua. Banyak kegiatan yang kami jalani sendiri atau bersama rombongan umroh.
Dan malam itu akhirnya kami bertemu hanya berdua, berjalan menuju deretan warung yang berada di sisi kanan masjid Nabawi. Sekian waktu melihat-lihat menu yang tersaji dan akhirnya memutuskan membeli Nasi Bukhori, yaitu nasi basmati yang harum wangi kapulaga dan cengkih.
Sungguh, malam itu membuktikan bahwa Madinah adalah kota yang sangat romantis. Ingin rasanya kembali ke sana.

Sego Liwet Solo

image

Alam saya menyeruak pada masa lalu, dimana setiap kamis malam di kori kamandungan, keraton kasunanan surakarta, tersedia makanan gratis untuk rakyat berupa jenang lemu dan sego liwet.

Seiring waktu rakyat biasa di solo juga mulai memasak sego liwet, seperti yang mungkin Anda kenal di wilayah keprabon solo. Disitulah  berderet warung sego liwet dengan merek wongso lemu.

Hari ini, kamis malam. Istriku memasak sego liwet untuk dihidangkan sebagai menu buka puasa. Sungguh nikmat yang tak terkira. Alhamdulillah…

Membongkar Rahasia Nasi Goreng Pekalongan

image

Banyak yang bisa memasak nasi goreng enak tapi saya jamin Anda akan merasakan hal berbeda ketika mencicipi nasi goreng Pekalongan. Menilai nasi goreng sudah bukan lagi sekedar enak atau enak banget tapi bagaimana memberikan perhatian terhadap apa khasnya di masing masing daerah.

Di Pekalongan saya menemu rahasia ke-khas-an tersebut, yaitu terletak pada kecap Manis. Sebagai kota pelabuhan, Pekalongan juga memiliki keluarga keturunan tionghoa yang menjadi perajin kecap manis. Tiga diantaranya masih popular hingga saat ini. Mereka adalah produsen kecap cap pulau djawa, kecap cap potret dan kecap cap Lombok bawang.

Perlu diketahui bahwa kecap manis memang berasal dari tanah jawa yang kental akan budaya tionghoa dan jawa. Teknik fermentasi kedele tersebut dikenalkan oleh para pendatang Dari negeri cina. Di tanah jawa-lah kecap ditambahkan dengan gula jawa sehingga memiliki rasa manis. Konon Malaysia sedang berupaya membuat klaim terhadap kecap manis.

Saya sudah membuktikan perbedaan rasa saat memasak nasi goreng dengan kecap manis dengan merek yang umum dijual di supermarket dibandingkan dengan kecap cap Lombok Bawang. Selain rasa yang lebih enak, menggunakan kecap cap Lombok Bawang juga lebih efisien. Takaran yang lebih sedikit namun hasil yang maksimal.

Berniat membeli? Kecap cap lombok bawang produksi Oey Ko Sin ini banyak dijual di pasar banjarsari Pekalongan. Atau bisa langsung ke pabriknya di kawasan jl Raya Kedungwuni 173 Pekalongan.

Sup Krim Brokoli

Sup Krim Brokoli.

Sederhana, cukup membuat roux dari mentega dan tepung, setelah diaduk dicampur dengan susu cair dan kaldu. Terakhir masukkan keju cheddar, garam dan lada secukupnya. Potongan brokoli dengan ukuran sedang yang telah direbus dimasukkan kedalam roux. Terakhir taburkan keju parmesan dan irisan daun petersely. Tepat untuk dinikmati sebagai menu sarapan.

View on Path

Pindang Serani Kepala Kakap

Segarnya Pindang Serani.

Yang tinggal di Pantai Utara Jawa pasti tidak asing dengan olahan Pindang Serani, terutama di Indramayu, Pekalongan dan Jepara. Di ketiga kota tersebut Pindang Serani menggunakan kepala ikan Manyung atau juga daging ikan tengiri.
Di Sumatera khususnya Palembang juga mengenal Pindang Serani, bedanya beberapa bumbu dibakar terlebih dulu. Ikan yang digunakan juga berbeda yaitu ikan patin atau bisa juga udang galah.
Rasa Pindang Serani mengingatkan saya pada tom yum terutama kuah yang asam dan segar. Bisa jadi Pindang Serani mengadaptasi masakan thai tersebut.
Foto yang saya unggah adalah eksperimen Pindang Serani menggunakan Kepala Kakap Merah. Karena memang sulit mendapatkan kepala ikan manyung di Jakarta. Ternyata enak juga lhoh. Terutama daging di bagian pipi kepala kakap merah yang lembut dan gurih.

View on Path