Romantika 50 Tahun Perkawinan

Romantika 50 Tahun Perkawinan.

Usia perkawinan emas merupakan hal yang istimewa. Tak semua pasangan suami istri melewati pengalaman tersebut.

Beruntunglah pasangan Jend Purn R Hartono dan Oetari R Hartono yang 7 hari lalu merayakan ulang tahun perkawinan emasnya.

Dan malam ini keluarga R Hartono akan melangsungkan tasyakuran bersama kerabat dekatnya di Balai Kartini Jakarta.

Acara tersebut akan diorganize oleh Manten Party Wedding Organizer yang didukung oleh Balai Kartini, Griya Palastri Decor, Payu Foto, Yoyo Mimas Card, Alluira Kebaya, Shima by Pilma, serta beberapa vendor ternama lainnya.
Yang istimewa dari acara ini adalah diterbitkannya buku yang mengulas perjalanan keluarga R Hartono dimana lika liku hidup serta kisah romantis ditulis dengan apik oleh Wuri Handayani. Buku tersebut dikemas dalam sebuah box exclusive dan akan menjadi souvenir bagi seluruh tamu.

Selamat untuk Pak Hartono dan bu Oetari. Perkawinan emas ini akan menjadi inspirasi bagi kami dan calon pengantin kami. Salam hangat dari tim manten party. – with manten

View on Path

Advertisements

Tips Berkunjung Ke Pameran Pernikahan

mempersiapkan sebuah pesta pernikahan adalah suatu yang sangat asing buat setiap calon pengantin, kecuali (maaf) menikah untuk kedua kali. Mengunjungi pameran pernikahan merupakan solusi jitu memecah kebingungan dalam mempersiapkan pesta pernikahan. Namun begitu, banyak sekali calon pengantin yang tidak mendapatkan apapun ketika berkunjung ke sebuah pameran pernikahan. Hal itu tak lain disebabkan kesalahan si calon pengantin dalam mempersiapkan dirinya untuk berkunjung ke sebuah pameran pernikahan.

Kali ini saya akan berikan beberapa tips mengunjungi pameran pernikahan,

1. Kenakan pakaian yang nyaman

Akan banyak vendor yang akan anda kunjungi, tentu saja anda harus bergerak lincah kesana kemari. Anda butuh kenyamanan dalam mengenakan sepatu. Tinggalkan sepatu berhak tinggi dan gantilah dengan flat shoe. Jangan kenakan pakaian yang telalu berat, cukup dengan kaos yang mudah menyerap keringat.

2. Bekal air mineral

Tentu anda akan membutuhkan tenaga yang cukup untuk bisa mengunjungi setiap booth. Oleh karena itu, air mineral adalah asupan nomor satu dan paling mudah untuk anda bawa. Air mineral tidak hanya menghapus dahaga tetapi juga memberikan cadangan oksigen yang cukup untuk tubuh Anda.

3. Persiapkan data pribadi dan rencana pernikahan Anda

Supaya tidak terlalu banyak diwawancara oleh vendor pesta pernikahan maka anda cukup menyerahkan selembar kertas berisi data pribadi dan rencana pernikahan anda. Seperti : nama, no telephone, email, tanggal pernikahan, tempat pernikahan, jumlah tamu, rencana susunan acara, dsb. Anda perlu mempersiapkan lembaran data tersebut dalam jumlah yang cukup.

4. Bawa tas untuk koleksi brosur

Pasti anda akan mengumpulkan data vendor sebanyak-banyaknya untuk anda bandingkan sesudahnya. Jangan sampai brosur dan daftar harga yang telah anda kumpulkan tercecer sia-sia. Sulit untuk mengulang kembali rute yang telah anda tempuh. Masukkan semua koleksi brosur tersebut dalam tas yang telah Anda sediakan.

5. Jadwalkan melihat fashion show

Dalam setiap pameran pernikahan fashion show adalah suatu yang wajib anda lihat. Anda bisa mengambil banyak inspirasi dari setiap rancangan yang ditampilkan. Rencanakan jadwalnya dengan baik dan jangan lupa cek apakah tempat duduk tersedia untuk Anda? Hubungi pihak penyelenggara untuk memastikan jadwal dan reservasinya.

6. Persiapkan daftar pertanyaan

Saking banyaknya jumlah vendor yang Anda kunjungi terkadang malah membuat anda lupa harus bertanya apa saja. Untuk itu persiapkan daftar pertanyaan untuk masing-masing jenis vendor. Bersikap Kritis sebelum menentukan akan lebih baik supaya tidak menyesal kemudian.

7. Minta pendampingan dari wedding planner

Rata-rata calon pengantin miskin pengalaman, bahkan sebagian tidak tahu sama sekali hal apa yang mesti dilakukan. Meminta jasa wedding planner seperti Manten Party adalah pilihan yang bijak. Dan jangan ragu untuk meminta wedding planner untuk mendampingi dan member masukan kepada Anda selama berkunjung ke pameran.

Semoga persiapan Anda berjalan lancar dan pesta pernikahan pun berlangsung sukses.

Di tulis untuk www.bidakaraweddingexpo.com

Rekor MURI, Dekorasi Bertema Batik.

Dear Calon Pengantin,

Ternyata Batik menjadi tema yang sangat menarik untuk pernikahan. untuk itu Bidakara Wedding Expo & Rumah Kampung Elite Decor mempersembahkan konsep panggung bermotif batik pertama di Indonesia.

Setelah mercedez Indonesia sukses dengan mercy batik dan Trakindo dengan traktor batik maka untuk pertama kalinya Panggung bermotif batik akan menginspirasi calon pengantin semua.

Motif yang akan diaplikasikan adalah sidomukti sebagai perlambang menjadi hidup dalam berkecukupan dan kebahagiaan. motif sidomukti lazim digunakan dalam pesta pernikahan yang digunakan oleh kedua mempelai.

Panggung selebar 12 meter itu akan digunakan sebagai pertunjukan peragaan busana kebaya pengantin oleh Djoko Sasongko, Riny Suwardy dan Inar. serta berbagai acara menarik lainnya.

Siapapun Anda layak berkunjung dan melihat secara langsung peristiwa bersejarah ini. Malam Penganugerahan Rekor Muri 18 Juni 2010 pukul 19.00 WIB di Bidakara Wedding Expo, Birawa Assembly Hall. dan kunjungi pamerannya setiap hari mulai 18 hingga 20 Juni 2010.

info lebih lanjut silahkan hubungi 021 70950805 atau http://www.bidakaraweddingexpo.com

image source http://heritageofjava.com

Big, Fat Weddings, Indonesian Style

An article taken from Jakarta Globe , was written based on interviews with me.

If you want to start a lucrative business, consider becoming a wedding organizer.

Indonesians often spend a fortune on weddings and invite thousands of guests. A wedding is an indicator of one’s social status, and what is considered small usually has about 500 people in attendance. The more money a couple — or their families — have, the more people they invite.

Back in 2003, Fenny Palijama was a housewife who was bored with staying at home. Today, she manages Kenisha, a flourishing wedding organizing business that she built with her friend Lita Erlan.

“Having been a career woman all my life before I had a child, I got stressed out doing nothing at home,” said Fenny, who used to work at a law firm.

“My friends often asked me to help them plan and organize their weddings. I thought, ‘Why not turn this into a serious business? I work, but not at a nine-to-five job, so I can still be at home, too.”

Fenny said she and Lita initially set a goal of a minimum of 12 weddings a year.

“We increased [the target] gradually, from 12 to 24. Then it became 30,” she said. “This year, we are planning to handle at least 40 weddings.

“This is a very good business. We have always managed to meet our annual target,” the 33-year-old mother of two said.

Traditionally, a wedding is held at the bride’s home, with a tent set up outside to receive the guests. A small group of relatives tasked with helping out the bride’s family comprise the wedding “committee.” Guests come and go and the celebration can last the whole day, from morning to evening.

If the bride’s house is small and cannot accommodate the hundreds, even thousands of guests, renting a function hall or a hotel’s ballroom is an option. Some couples prefer this because it is more practical. To rent a function hall for a wedding in Jakarta, one typically needs to shell out about Rp 27.5 million ($2,790).

Reserving the venue is only the first step before the big day. Planning a wedding entails a lot of hard work and can take up to a year, even longer. Among the plethora of details that must be covered are the invitations, decorations, food and drinks, photography, wedding gowns and suits. This is where a wedding organizer can come to the rescue.

“Many people, especially those who work, don’t have much time to handle everything for their wedding. They need help,” said Arif Rachman from Manten Party, with manten translating to bride and groom in Javanese.

“Clients are free to choose vendors, but we also provide them with some choices if they wish,” said Tommy, who also works at Manten.

Wedding organizers are also there to bridge communication between the families involved.

“We have had clients, couples, who could not stand their big families,” Tommy said. “Every one in the family wants to be heard when they have ideas. And this often leads to a family feud.”

Arif said that when such a dispute occurs, a wedding organizer is a third-party, independent body.

“We have to be neutral and not side with any of the family members,” he said.

Television star Rina Gunawan, who owns a wedding organizing business named after her, echoed the same sentiment.

“When we are organizing a wedding, the clients’ families often treat us like we are family members,” the 35-year-old said. “[But while] that is nice, I always tell my kids [her employees] to stay in the middle and not side with any of the families.”

The job of a wedding organizer may also include taking care of payments to vendors.

“Rather than having to deal with several vendors and transfer money to different accounts, clients choose us to help them take care of things like that,” Arif said.

Rina described wedding organizers as mediators. “We connect our clients with their families and with vendors,” she said.

The cost of hiring a wedding organizer varies, depending on the services required.

“Our service costs between Rp 14 million to Rp 30 million,” Fenny of Kenisha said. “It depends on whether they want us to handle everything, from finding the vendors for them, to negotiating prices. We call this the A to Z package.”

Manten Party charges between Rp 20 million and Rp 25 million, according to Arif.

“Aside from going to vendors, we can also help in handling documents at the embassy if it is a cross-cultural marriage between an Indonesian and a foreigner,” he said.

While not divulging figures for services that her company provides, Rina said a standard minimum budget that her clients prepare for the wedding, inclusive of organizer fees, is about Rp 300 million.

“Very often, clients come to us and say ‘OK, this is all I have. Please help us organize a beautiful wedding with this budget,’ ” she said.

“But then again, the cost of a wedding depends on many things, including the number of people invited, the catering company they choose, the venue, and so on.”

Having been in the business for nearly 10 years, Rina said her company has handled some truly extravagant weddings.

“A local official in Kalimantan held a wedding party for his daughter. He wanted everyone in the region to come, so it turned out that there were 20,000 people invited,” Rina said.

“They had their own hundreds of people to help make the party run smoothly. But still, everything was under our control as the wedding organizer.”

Rina’s company is currently handling the wedding of the son of one of the country’s top businessmen. “There will be 14,000 guests at the wedding,” she said. Surprisingly, despite the sometimes large number of guests invited, a wedding organizing company is made up of only a few fulltime staff. Rina Gunawan Wedding Organizer has eight, Manten Party has six and Kenisha has four.

“Most wedding organizers hire freelancers, and we do, too,” Rina said. “The bigger the wedding is, the more freelancers we hire.”

What makes organizing a wedding tough? The three companies are unanimous in pointing out that the difficulty lies with the couples’ families.

“It is often the families that give us a hard time,” Rina said.

“Sometimes, the bride’s family argues with the groom’s family over things. But I can understand that. These are two different families about to become one big family and they all want the wedding to be perfect.”

Family members complain when they are not satisfied. “Often, the clients are happy. But people in the family are not and think we are not doing our job well,” Fenny said.

“There were times when I or members of my team cried after being yelled at by a few people who were not happy,” Rina said.

“I always tell my kids that if that happens, they should find a bathroom and cry there. But once they are out of the bathroom, they have to be able to smile again. We sell services here. We have to make our clients happy.”

Dewi Sartika Sari, who works for Rina, recalled an incident when the families of one of their clients argued over the traditional dance to be performed during the ceremony. The bride’s parents were Acehnese, while the groom was from West Sumatra.

The groom’s family insisted that the wedding should include a number of traditional dances from West Sumatra. But because the bride’s family was against the idea and were paying for the wedding, they made the family wear Acehnese clothing.

But there is also a certain satisfaction to be derived from all the planning and the hard work and it’s not all financial.

“When you see that your clients are satisfied with the work you’ve done, you know that it’s not just about money,” Arif said.

“I feel so happy when, after all the guests leave, the clients come and shake our hand and say ‘Thank you so much.’

“That’s when I know I have achieved something.”

Warisan Budaya Pernikahan & Kain Tradisional

Pernikahan dan kain (khususnya batik) adalah hubungan erat yang menjadi warisan luhur budaya Indonesia. Misalnya dalam upacara pernikahan tradisi jawa orang tua pengantin tidak boleh sembarangan memakai jenis motif batik seperti udan liris, sidomukti, truntum, sidoluhur dan sebagainya. Masing-masing motif memiliki makna yang menjadi filosofi pernikahan.  Dan masih banyak ragam kain tradisi dari daerah lain yang terkait pernikahan seperti Ulos dalam adat Batak,  Songket di pernikahan Palembang, Kain Tapis dalam adat masyarakat Lampung, Baju burai king burai dalam pernikahan Dayak Taman dan sebagainya.

Namun sangat disayangkan banyak masyarakat modern yang telah kehilangan makna akan warisan budaya tersebut. Saya dan teman-teman di Manten House sedang merencanakan pameran pernikahan dengan mengusung tema warisan budaya pernikahan dan kain tradisional dengan judul “Indonesia Cultural Heritage”. Tertarik dengan pameran tersebut silahkan kunjungi www.bidakaraweddingexpo.com untuk mendapatkan info lebih lengkapnya.

Bagaimana sebuah pesta pernikahan dibilang mewah

Saya tidak melihatnya dari sudut pandang besarnya anggaran yang ada. Saya lebih suka mereferensikan melalui kekuatan konsep mulai dari

Pemilihan venue,
Jika konsep sudah disepakati akan lebih baik segeralah mencari venue yang sesuai dengan konsep. Banyak pilihan buat Anda untuk menentukan venue diantaranya Ballroom, Mansion, Restaurant, Garden, Chapel, etc. tentu saja pilihan Anda harus sesuai dengan konsep yang ada. Perlu diingat bukan berarti pesta mewah hanya terjadi jika Anda memilih Mansion. karena Restaurant juga menjadi pilihan menarik jika Anda memiliki konsep yang tepat.

Kreasi warna dekorasi,
Warna itu utama, karena tamu undangan dapat merasakan ambiance dari dekorasi utamanya melalui warna. Sekali Anda menyebut warna kepada dekorator maka akan berlanjut kepada pemilihan bunga, furniture, dan sebagainya. jangan lupa selaraskan warna Anda tidak hanya untuk dekorasi tetapi juga gaun, wedding cake, dan lainnya.

Ide unik dari pernak pernik,
Tidak semua pengantin memiliki ide unik, bahkan pesta pernikahan jadi sering seragam antar satu dengan yang lain. hal itu membuat tamu undangan tidak mendapatkan suasana yang menyenangkan dalam pesta. Think different! tidak selamanya pemikiran yang salah itu buruk jika Anda berfikir berbeda. bisa jadi kekeliruan Anda membuat tamu undangan bilang ‘gila… kereeeen banget!”. tak perlu takut salah jika mau mewujudkan pernak pernik dengan ide yang unik.

Kesiapan mental,
Siapa sih yang menjadi aktor dan aktris dalam pertunjukan malam itu, ya! Anda sebagai sepasang pengantin. Jangan hancurkan pesta Anda karena ketidaksiapan mental! sering lhoh saya menjumpai pengantin cewe cemberut selama pesta karena kehadiran ex-nya sang suami atau pengantin cowo yang gerah dengan kostum adatnya.

Pilihan menu makan,
Worth it jika yang satu ini Anda anggarkan paling besar. Pilihan cita rasa yang lezat akan memberi kesan di lidah, di dasar perut dan didalam hati hehehe… berikan kelimpahan menu makanan tidak hanya dari jumlah tetapi berikan banyak pilihan menu dan kualitasnya.

Abadikan
Semua tak akan berarti jika Anda tidak mendokumentasikannya. Photography can tell a million… apalagi jika foto dan video dibuat secara konseptual maka secara emosional Anda akan merasakan dan berulang-ulang menyatakan bahwa pesta Anda adalah yang terbaik.

PS: Selebihnya silahkan Anda kembangkan… saya hanya menulis dan menyampaikan yang saya mau. 😉

ditulis oleh Arief Rachman untuk Manten Party