Petualangan Vegetarian di Kebun Permakultur

Di Ubud ada sebuah resto bernama Moksa yang menyediakan kuliner vegetarian dari kebun permakultur. Ini adalah kali kedua saya menikmati sajian yang diolah dari hasil kebun permakultur. Yang pertama di Bumi Langit, Jogja, resto milik pak Iskandar Woworuntu yang terkenal sebagai ahli permakultur. 

Berbicara Moksa, menu vegetariannya sangat variatif yang terbagi pada dua jenis: raw dan heated. Raw tentu saja adalah makanan vegetarian yang tidak dimasak (mentah). Karena buka dari pagi hingga malam hari maka Moksa membagi menunya menjadi tiga, breakfast, lunch dan dinner. Ada juga dessert yang menggugah selera serta side dish bagi pengunjung yang hanya ingin cemal-cemil. 

Saya pilih Three Prix Menu yaitu sajian lengkap mulai dari starter, main course hingga dessert. Saya suka Moksa Mex Bowl, main course ini terdiri dari Nasi dengan bumbu Kebuli, acar nanas-timun, jagung yang telah dimarinasi, kacang merah, dan tempe masak kari. Kenapa saya suka? Karena Nasi Kebuli masih familiar di lidah saya. 

Ohya sebelumnya saya diberi kejutan Amuse-Bouche! Makanan kecil sebagai pembuka selera. Untuk appetizer saya pilih Sesame Crusted Tempeh yang kulitnya bertabur wijen, dalam hitungan menit tempe tersebut ludes. Haha.. Terakhir ada rekomendasi dessert dari mbak pelayan yaitu sweet simphony, terdiri dari 2 raw vegan cake dan satu ice cream. 

Lokasi resto ini jauh dari keramaian, berada di jalan kecil yang hanya cukup dilewati satu mobil, kami saja sempat nyasar dua kali sebelum sampai di lokasi. Tapi saya sempat dibuat heran karena malam tersebut semua meja hampir terisi penuh! 99% pengunjung malam itu adalah bule, 1% pengunjung lokal adalah saya dan istri. 😃

Dua jempol untuk Moksa dan tim. Buat petualang kuliner, Moksa menjadi pilihan yang memberikan pengalaman berbeda dan saya suka. 

Advertisements

Duta Kuliner Pekalongan di Kelapa Gading, Jakarta. 


Memperkenalkan khasanah kuliner lokal kepada masyarakat luas adalah salah satu hal penting untuk kemajuan pariwisata suatu daerah. Selama ini Pekalongan yang saya tahu adalah salah satu kota yang memiliki kuliner lokal yang cukup kaya. Namun, kekayaan kuliner tersebut jarang terekspos ke masyarakat luas. 

Upaya beberapa orang yang membuka warung kuliner khas Pekalongan di beberapa kota besar di Indonesia patut diapresiasi. Seperti Rumah makan Bumbu Pekalongan di Serpong, Tangerang Selatan dan Rumah Makan Sewun di Condet Jakarta Timur adalah dua warung yang juga punya basis pelanggan bukan hanya orang Pekalongan. Sehingga banyak orang yang mulai mengenal baik citarasa megono dan juga bersahabat dengan tauto. 

Kedekatan yang dibangun mulai dari mulut ini akan membawa dampak baik terhadap kunjungan wisata Pekalongan di masa mendatang. Tentu pekerjaan rumahnya masih panjang, namun paling tidak ketertarikan warga kota besar untuk datang ke Pekalongan sudah mulai terbuka. 

Kini, rumah makan yang menyajikan kuliner khas Pekalongan di beberapa kota besar memang mulai bertambah. Salah satunya ada di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Warung Makan khas Pekalongan Pak Uban yang baru berusia satu tahun patut kita apresiasi sebagai warung yang otentik citarasa kuliner Pekalongan. Saya hitung ada sekitar 16 menu khas Pekalongan yang disajikan dan kabarnya akan terus bertambah. Ada Megono cecek (nangka muda), Megono gurih (bambu muda), garang asem Pekalongan, sayur tomat pete, sotong ireng, lodeh, pepes udang, tauto, dan beberapa menu andalan lainnya. 

Menurut Ivan, pemilik warung Pak Uban, beberapa bahan masakan didatangkan langsung dari Pekalongan, seperti tauco, terasi, teh, bahkan ikan cucut juga diimpor langsung dari Pekalongan. Langkah itu dilakukan untuk menjaga kualitas dan otentitas masakan. 

Saat saya mencoba megono gurihnya saya berikan nilai ditas rata-rata. Megono gurih warung Pak Uban cenderung basah, bumbunya pun pas sehingga ketika digado tanpa nasi tetap menarik. Untuk tauco pada sajian tauto sepertinya sengaja dibuat light. Menurut Ivan tauconya dibeli di pabrik tauco Pulau Djawa Pekalongan. Tauto yang light cocok untuk orang yang belum pernah makan tauto karena tidak bikin kaget lidah. 

Secara keseluruhan sajian warung Pak Uban menurut saya sangatlah baik. Pelayanannya pun sangat ramah dan terkadang diselingi dengan kosakata khas Pekalongan seperti kalimat, Tehnya mau dijog? (Artinya: tehnya mau dituang lagi?). Buat orang luar Pekalongan obrolan tersebut tentu menjadi pertanyaan dan rasa penasaran. 

Dengan kehadiran warung Pak Uban di Kelapa Gading semoga menambah promosi kuliner khas Pekalongan kepada masyarakat luas. Menurut saya warung Pak Uban adalah sebenar-benarnya duta kuliner khas Pekalongan. 

Kuliner di Jalur Alternatif Comal – Pekalongan

Jalur yang diprediksi bakal mengalami kemacetan adalah Comal – Pekalongan karena masih belum selesainya jembatan Sipait. Sebelunya saya sudah unggah tulisan jalur alternatif Comal – Pekalongan https://rahatan.wordpress.com/2016/06/28/jalur-alternatif-mudik-pantura/

Nah sekarang kalau Anda memutuskan melewati jalur tersebut jangan khawatir untuk mencoba beberapa rekomendasi kuliner berikut ini

RM Kepiting Pak Kardi 

img_20150802_102549
sumber gambar hartono238.wordpress.com

Menu istimewanya adalah kepiting rebus dan kepiting goreng dengan sambal terasi. Masih ada beberapa menu seafood lainnya seperti kepiting gemes, udang dan sebagainya. Rumah makan ini merupakan salah satu favorit Alm Taufik Kiemas dan Megawati. Meski berada dalam gang namun untuk menjangkau rumah makan ini sangat mudah, berada tak jauh dari SMPN 1 comal.

berikut ini petanya : https://goo.gl/maps/EzoZiMVgq4T2

Warung Mak Kiwil

fb_img_1467247720519.jpg

Jika sajian kepiting terlalu mahal untuk ukuran kantong Anda maka bisa mampir ke warung Mak Kiwil yang menyajikan Keong (bahasa sunda: tutut). Keong ini dimasak dengan bahan utama santan kelapa encer. Meskipun berada di pelosok desa namun warung ini tak pernah sepi pembeli, dalam satu bulan bisa menghabiskan 1 ton keong yang dipasok dari kota Demak. Jika ingin mampir Anda bisa menelusuri jalan raya Bodeh (Comal – Kesesi).

berikut panduan jalan via foursquare https://foursquare.com/v/kroco-mak-kiwil-sidomulyo-kesesi/5031cf48e4b0bde72794e1a4

Ayam Panggang Pak Rozi

fb_img_1467247423508.jpg

Posisinya berada di desa Gumawang, sesaat sebelum Anda kembali ke jalan raya pantura Wiradesa. Ayam panggang yang diguyur dengan kuah pecak santan menjadi andalan warung ini. biasanya disajikan bersama nasi hangat dengan megono khas Pekalongan.

berikut panduan jalan via foursquare https://id.foursquare.com/v/ayam-panggang-pak-rozi/4c567b981ec295215c0fccfc

selamat mencoba

Jalur Alternatif Comal – Pekalongan

peta jalur alternatif comal - pekalongan

Mudik merupakan tradisi masyarakat Indonesia dalam menyambut lebaran. Pulang dari perantauan khususnya dari Jakarta menuju kampung halaman masing-masing untuk bertemu sanak keluarga.

Pada mudik 2016 diperkirakan ada jalur yang akan mengalami macet yaitu jalur pantai utara tepatnya di jembatan Sipait, Sragi, Kab Pekalongan. Jembatan tersebut masih dalam perbaikan dan diperkirakan belum selesai hingga saat masa mudik dimulai.

Untuk itu saya buatkan peta GPS (global positioning system) yang menggunakan google maps supaya bisa membantu para pemudik untuk menghindari kemacetan yang diperkirakan akan panjang.

Jalur tersebut bisa ditempuh saat pemudik melewati jembatan Comal langsung belok jalan ke kanan melewat jalan raya menuju Bodeh. Pemudik akan saya arahkan menuju Sragi lalu ke Bojong dan akhirnya kembali ke Jalan pantai utara tepatnya di Wiradesa.

klik disini untuk mendapatkan panduan google maps. https://goo.gl/maps/nEfzekfrTUN2

Semoga peta ini dapat membantu para pemudik mendapatkan informasi jalur alternatif menuju kampung halamannya masing-masing.

Jangan lupa mencoba kuliner di spanjang jalur alternatif tersebut. Baca rekomendasinya di sini. https://rahatan.wordpress.com/2016/06/29/kuliner-di-jalur-alternatif-comal-pekalongan/?relatedposts_hit=1&relatedposts_origin=312&relatedposts_position=0

 

Minal Aidin Wal Faizin, Mohon maaf lahir dan batin.

 

Dilarang Berwisata Saat Hari Liburan!

(Belajar dari Bhakti Alam Sendang Biru, Malang Selatan)

image

Stasiun tv dan media online ramai memberitakan kemacetan tol Jakarta – Bandung dan juga tol Cikampek – Palimanan saat masuk liburan natal dan tahun baru. Kabarnya, perjalanan yang biasanya ditempuh 2 jam bisa menjadi 6 jam. Bahkan pejabat tinggi perhubungan darat merasa kecolongan dan memilih mengundurkan diri.
Jembatan di kawasan wisata Bale Jurong, kota Langsa Aceh ambruk akibat tak kuat menahan beban masusia yang berdiri di atasnya. Jembatan yang hanya mampu menahan beban 40 manusia tersebut akhirnya roboh, ratusan orang yang sedang asyik swafoto diatasnya jatuh dan tercebur ke dalam sungai.
Taman bunga Baturaden, Purwokerto sebagai satu satunya taman bunga di Jawa tengah rusak diserbu ribuan anak muda yang sibuk ber-swafoto. Padahal taman bunga tersebut baru diresmikan oleh presiden Megawati eh.. mantan presiden Megawati 5 hari sebelumnya.
Berbeda halnya dengan lokasi wisata pantai Tiga Warna Malang Selatan, pengelola setempat menyatakan tutup selama liburan natal & tahun baru berlaku mulai 23 Desember 2015 dan buka kembali 4 Januari 2016. Pengelola tentu paham bahwa saat musim libur tiba wisatawan domestik yang belum sadar tentang kepedulian alam hanya akan mendatangkan musibah. 
Perlu diketahui bahwa Bhakti Alam Sendang Biru sebagai pengelola pantai Tiga Warna gencar mengkampanyekan wisata yang merawat. Apabila berkunjung ke lokasi wisata tersebut kita akan didata apa saja barang yang dibawa semata mata untuk memastikan kita tidak nyampah. Lalu mereka akan meminta kita untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan termasuk tidak mengambil aset alam yang ada di lokasi tersebut.  
Rasanya pemerintah tak cukup hanya mengkampanyekan kunjungan wisata namun perlu juga membangkitkan kesadaran wisatawan khususunya domestik untuk ikut menjaga alam. Jangan sampai sebuah lokasi wisata hancur hanya dalam hitungan hari dan tidak bisa dinikmati lagi. Jangan sampai muncul fatwa Dilarang Berwisata Saat Hari Liburan! 

Sahoun Ayam, Kuliner Khas Purwokerto

image

Mungkin Sahoun Ayam hanya ada di Purwokerto. Penjualnya pun hanya ada pak Kartim di jalan Kaliputih. Sejarahnya Pak Kartim belajar dari nyonya shinsei.
Sahoun semacam kwetiau yang terbuat dari campuran tepung tapioka dan tepung beras. Disajikan dengan suwiran ayam, kuah kaldu yang gurih dan irisan daun bawang.
Warung Pak Kartim buka dari jam 09.00 hingga habis namun seringkali jam 13.00 warung sudah tutup. Jika mau bisa telpon dulu ke 081391330515.

Kelahiran Bayi Bunglon di Kebun Kami.

image

Sudah berbulan bulan di kebun kami yang cuma 9 meter persegi hidup sepasang bunglon. Entah darimana datangnya. Yang pasti setiap pagi saya sering memperhatikan mereka berdua berloncatan dari pohon jeruk ke tanaman melon dan terkadang menyeruak dari balik daun pak coy.

Mungkin sepasang bunglon tersebut bahagia hingga betah menetap di kebun kami yang tak mengenal pestisida kimia. Hingga satu saat mereka bercumbu dibalik tanaman teh tehan yang kami jadikan pagar. Saya semakin takjub saat beberapa bulan kemudian saya melihat sekelebat bayi bunglon yang menerobos rambatan daun binahong yang mulai subur. Yeay! Bertambah anggota keluarga kami.