Campur Mencampur Bubur di Pekalongan

IMG_4484.JPG

Di Solo dan sekitarnya kita mengenal #Jenang untuk menyebut aneka bubur manis. Biasanya disajikan campur aneka jenis bubur. Di #kulinermadura juga ada bubur madura yang cara penyajiannya sama. Atau di #kulinerPadang ada #buburkampiun (dari kata champion) yang terdiri dari aneka bubur dicampur menjadi satu.
Nah yang ini adalah bubur di #kulinerPekalongan, meski Pekalongan jarang mengenal campur mencampur bubur tapi ternyata ada satu warung yang patut disambangi untuk dicampur buburnya. Warung yang tidak punya nama dan tidak jelas jam bukanya. Warung bubur ini berada di jalan belimbing #kotapekalongan. Tepatnya ada di seberang gudeg Yu Mas atau tak jauh dari #kepitinggemesbungkombor .
Anehnya, warung ini tidak selalu buka setiap hari tapi yang pasti kalau buka biasanya pagi jam 6 hingga jam 9an. Penjual warung bubur ini adalah dua perempuan keturunan cina, mereka menyajikan aneka bubur seperti bubur candil (biji salak), bubur kacang ijo, bubur ketan hitam, bubur mutiara (sagu), kolak, bubur sumsum (glepung) dan sebagainya.
Soal rasa? Bubur di warung ini sangat juara.

 

 

 

Advertisements

Sarapan Tauto Ayam Di Pekalongan

Kebanyakan orang mengenal Tauto menggunakan daging sapi atau kerbau, dan belum tentu semua orang menyukainya. Padahal ada lho Tauto ayam.

snapseed
Tauto Ayam Bu Nanuk Pekalongan
Menikmati Tauto ayam rasanya lebih ringan ya dibanding Tauto daging. Bumbu yang digunakan masih sama, yang membedakan hanyalah penggunaan daging ayam, biasanya juga diberi usus goreng. Jika beruntung Anda juga bisa meminta tambahkan telor muda atau yang biasa disebut peranakan/uritan.

Berikut ini warung Tauto ayam yang saya rekomendasikan bagi Anda yang ingin mencoba

1. Tauto Ayam Bu Nanuk

Lokasinya pas di belakang Monumen Pekalongan, tak jauh dari jalan raya Pantura.

2. Tauto Ayam H Wahyudi

Berada di komplek lapangan tenis Sinar Selatan. Tepatnya di samping Plasa Pekalongan (Matahari dept store)

3. Tauto Ayam  Kospin Jasa

Jika Anda tahu kantor pusat Kospin Jasa maka warung ini berada tepat di sampingnya. Warungnya nyempil di ujung gang Poncol.

Kuliner Lokal Pekalongan Yang Semakin Langka

Kuliner menjadi identifikasi sebuah wilayah namun beberapa kuliner lokal yang menjadi identifikasi sebuah wilayah kini semakin langka karena tergeser peradaban modern.
Kasus tersebut juga terjadi di wilayah Pekalongan. Saya coba untuk mencatat kuliner-kuliner lokal Pekalongan yang semakin langka. Jumlahnya akan terus saya tambahkan namun saya juga berharap tulisan ini akan berhenti.
Tolok ukur langka dalam tulisan ini adalah sulit didapat karena jarang ada yang jual.

image

1. Gablog
Termasuk dalam kategori gemblong yang terbuat dari ketan dan kacang merah. Pada bagian atas ditaburi kelapa parut dan beras ketan yang disangrai dan ditumbuk kasar.
Penjualnya saya dapati berada di jl Dr wahidin pas di turunan rel kereta api. Lokasinya tepat sebelum pasar grosir batik PPIP. Buka mulai jam 16.30 sampai habis.

image

2. Bobos
Sayur ini dibuat dari daun keladi, tanaman yang hidup liar dan banyak didapati di pematang sawah. Isi bobos adalah kelapa parut yang dibumbui dan ditambah kacang merah.
Terakhir saya temui penjual Sayur bobos Ada di Jl Jlamprang, Klego gang baru. Keliling kampung seputaran klego mulai jam 06.00 sampai habis.

image

3. Pindang Kebo
Semacam rawon, sama sama menggunakan kluwek namun ada bumbu rahasia yang belum berhasil saya pecahkan. Tidak menggunakan daging tapi hanya kulit kerbau dan identik dengab rawit ijo yang pedas.
Dulu penjualnya Yu Kher namun kini diteruskan putra putrinya. Biasanya terima pesanan melalui nomer telephone.

Kue Ka’ak & Nastar buatan Kak Esah Paray

image

Keriuhan di keluarga kami adalah ngumpul dan ngobrol seru di ruang keluarga, di tengahnya kami siapkan beberapa jajan. Malam ini sebagian dari kakak beradik kami telah mudik, dan keriuhan kami adalah icip-icip isi toples lebaran.
Ada beberapa jajan diantaranya manisan mangga, manisan buah cerme, dan manisan buah kemloko. Namun ternyata mama mengeluarkan simpanan yang istimewa yaitu kue ka’ak dan nastar buatan kak Esah Paray. Siapa dia? Kak Esah, wanita keturunan arab yang sangat populer sebagai jedod (bahasa pekalongan untuk koki). Kue ka’aknya enak, cenderung lembut dan harum rempahnya menggugah selera. Untuk nastarnya juga enak, salah satu ciri nastar enak buat saya adalah tidak meninggalkan sisa di mulut. Pantas jika Kak Esah menjual karyanya dengan harga premium untuk ukuran kota pekalongan. Satu kilo nastar dibanderol 140 ribu, sedangkan kue ka’ak diberi harga 100 ribu per kilo.
Malam ini saya bawa mimpi kue ka’ak dan nastar buatan kak esah…

Membongkar Rahasia Nasi Goreng Pekalongan

image

Banyak yang bisa memasak nasi goreng enak tapi saya jamin Anda akan merasakan hal berbeda ketika mencicipi nasi goreng Pekalongan. Menilai nasi goreng sudah bukan lagi sekedar enak atau enak banget tapi bagaimana memberikan perhatian terhadap apa khasnya di masing masing daerah.

Di Pekalongan saya menemu rahasia ke-khas-an tersebut, yaitu terletak pada kecap Manis. Sebagai kota pelabuhan, Pekalongan juga memiliki keluarga keturunan tionghoa yang menjadi perajin kecap manis. Tiga diantaranya masih popular hingga saat ini. Mereka adalah produsen kecap cap pulau djawa, kecap cap potret dan kecap cap Lombok bawang.

Perlu diketahui bahwa kecap manis memang berasal dari tanah jawa yang kental akan budaya tionghoa dan jawa. Teknik fermentasi kedele tersebut dikenalkan oleh para pendatang Dari negeri cina. Di tanah jawa-lah kecap ditambahkan dengan gula jawa sehingga memiliki rasa manis. Konon Malaysia sedang berupaya membuat klaim terhadap kecap manis.

Saya sudah membuktikan perbedaan rasa saat memasak nasi goreng dengan kecap manis dengan merek yang umum dijual di supermarket dibandingkan dengan kecap cap Lombok Bawang. Selain rasa yang lebih enak, menggunakan kecap cap Lombok Bawang juga lebih efisien. Takaran yang lebih sedikit namun hasil yang maksimal.

Berniat membeli? Kecap cap lombok bawang produksi Oey Ko Sin ini banyak dijual di pasar banjarsari Pekalongan. Atau bisa langsung ke pabriknya di kawasan jl Raya Kedungwuni 173 Pekalongan.

Sedepan Pekalongan di ibukota.

Orang Pekalongan atau yang biasa disebut OPEK memang tak bisa dijauhkan dari menu sedepan. Tak pelak ini menjadi peluang bagi sebagian orang Pekalongan yang bermukim di Jakarta untuk berbisnis rumah makan yang menyediakan menu khas Pekalongan.

Beberapa rumah makan menu khas Pekalongan sudah pernah kusambangi, namun tak semua memiliki citarasa yang otentik. Saya mencatat ada dua rumah makan khas Pekalongan yang layak dijadikan referensi.

Rumah Makan Sewun

image

Setiap kali berkunjung ke rumah makan Sewun, tempat pertama yang saya kunjungi adalah dapurnya. Saya menyampaikan pesanan menu makan langsung kepada si empunya rumah makan. Bu asma namanya, perempuan paruh baya yang berasal dari pemalang namun memiliki keluarga di kampung poncol pekalongan.

Menu favorit yang selalu saya pesan ke bu Asma adalah lontong glabed, semacam opor dengan krupuk mi dan sambal goreng tempe. Lauk tambahannya juga sederhana cuma telur rebus. Nah, istriku selalu memilih nasi megono lengkap terdiri dari megono, lembarang tempe, tahu tauco, daging srundeng, potongan timun dan sambal. Supaya adil di tengah perjalanan kami bertukar piring.

Tak hanya dua menu di atas. Masih ada tauto, nasi kebuli acar nanas, dan sebagainya. Untuk camilan ada bubur lolos, bongko mentoek, bongko gedang, roti amir (kamir), lapis, dan roti maryam. Maka sudah jaminan perut Anda tak kan sanggup menampung semua menu tersebut.

RM Sewun
Jl raya condet
(samping masjid sholihin)
08179581246

Rumah Makan Bumbu Pekalongan

image

Dari timur Jakarta kita harus menempuh perjalanan 1 jam ke Summarecon Serpong untuk bisa menikmati sajian nikmat khas Bumbu Pekalongan. Tapi Anda tak bakal menyesal karena hampir semua menunya sangat menggugah selera.

Saya pernah mencoba gado gado siram yang mengingatkan saya pada gado gado pak amsor pesindon atau pak nurdin jl sultan agung. Adapula tauto yang bisa pilih daging atau ayam. Yang unik rumah makan ini juga mengimport seriping dan ikan pari asap langsung dari Pekalongan. Sajian lainnya adalah sotong dan ayam goreng.

Untuk nasi megono disajikan dalam bungkusan daun pisang seperti nasi megono yang dijual untuk sarapan di pekalongan. Yang tak pernah saya lewatkan adalah tempe goreng dan tahu sumpel (isi) beserta sadek dan sambel kecapnya. Jika beruntung ada pisang goreng dari pisang kepok manis sebagai penutup.

Rumah Makan Bumbu Pekalongan
Ibu Evi
Ruko Berryl
Jl Kelapa gading selatan
Summarecon serpong
021 546 2325

Lontong Cap Go Meh

Lontong Cap Go Meh

Beruntung sekali Ramadan saya kali ini, istriku masih terus bersemangat memasak enak di tengah-tengah bulan Ramadan. Menu yang disajikan untuk buka puasa hari ini adalah Lontong Cap Go Meh, sebuah produk kuliner adaptasi peranakan tionghoa dan jawa.
Konon, para pria tionghoa yang merantau ke nusantara banyak bermukim di pesisir pantai utara Jawa. Mereka menikahi gadis-gadis ayu asal tanah jawa hingga asimilasi antara dua budaya tersebut juga terjadi pada hal makanan.
Istriku memasak Lontong Cap Go Meh dengan menu cukup lengkap terdiri dari lontong, sayur lodeh terong, opor ayam kampung, sambal goreng ati, hingga telor dengan bumbu abing. Sayangnya tak ada bubuk kedele sehingga lontong Cap Go Meh terasa lebih encer. Lidah saya cukup puas dimanjakan menu ini. Sedaaappp…

View on Path