Katupek gulai cubadak, Tambuah ciek!

Yang saya tulis diatas semata judul. Tak mungkinlah buat saya menghabiskan dua piring lontong sayur nangka atau yang dalam bahasa minang disebut katupek gulai cubadak. Melalui judul tersebut saya cuma ingin menggambarkan bahwa menu sarapan ini sangatlah endeuuusss…

image

Bermula atas rasa penasaran saya yang telah berabad abad lamanya terhadap warung tenar berjudul Pondok Sarapan Pagi yang berada di bilangan Pondok Kelapa, Saya dan istri memutuskan untuk menuntaskan rasa penasaran tersebut. Sangatlah mudah untuk mencapai lokasi karena berada di jalan raya Pondok Kelapa.
Setibanya di warung saya memesan dua porsi katupek gulai cubadak dan paku (lontong sayur nangka dan daun pakis), untuk saya dengan lauk rendang dan untuk istri saya pesankan telor. Ketupat atau lontongnya sangat pulen, tentu inilah salah satu rahasia warung ini. Selain itu kuah santannya sangat gurih dan tidak bikin eneg. Rendang yang saya pesan juga patut mendapat acungan jempol, dagingnya tidak keras.

image

Puas dengan menu utama yang langsung membuat perut terisi penuh. Saya pesan teh talua atau teh telor, dan ternyata membuat dobel isi perut.. Hahaha.. salah strategi. Menurutku, jika sarapan katupek gulai cubadak cukup minum teh tawar. Kecuali sarapan bubur kampiun bisa dikombinasi dengan minum teh talua. Tapi, patut saya akui ini adalah kesan pertama saya minum teh telor.. Sensasional! Entah gimana caranya amis telor hilang apalagi ditambah kucuran air jeruk.

image

Sebelum pulang saya sempatkan memilih tiga jenis jajan yaitu bubur kampiun, lupis ketan dan lapek bugis. Ketiga jajan ini sangat lazis.. Cakep. Lapek bugis adalah bugis/bogis khas minang yang terbuat dari ketan hitam dengan isi kelapa, dibungkus daun pisang muda lalu dikukus. Saya sangat merekomendasikan Anda untuk membawa pulang jajan jajan ini.
Sayangnya saat memesan bubur kampiun kurang satu variabel yaitu bubur sumsum.

image

Overall, warung ini layak saya beri skor 9.5 dari nilai tertinggi 10. Ohya, karena belum sempat mencoba semua menu maka kami memutuskan membuat agenda operasi kedua. Anda tertarik bergabung bersama kami?

image

image

Advertisements

Ketan Sirkayan, Citarasa Minang Dalam Kuliner Pekalongan

image

Ketan Sirkayan, citarasa minang dalam kuliner pekalongan.

Di negeri minang, kuliner ini disebut ketan srikaya dengan toping berwarna lebih merah dibanding sirkayan. Selain itu, ketan srikaya cenderung padat tidak berkuah seperti sirkayan.

Saya cukup yakin jajan ini hadir di pekalongan dibawa oleh para perantau asal negeri minang. Ada beberapa penyebar ajaran islam yang merantau ke pekalongan diantaranya adalah buya Ghafar Ismail dan buya ahmad rasyid sutan mansyur.

Ketan Sirkayan dibuat dari ketan yang diolah dengan santan sehingga terasa gurih. Sedangkan toping sirkayan adalah kocokan telur yang dicampur dengan gula jawa, gula pasir serta santan cair. Cara memasaknya adalah dikukus dengan api sedang.

Seperti halnya di padang, jajanan ini populer saat bulan puasa. Waktu saya kecil, embah saya sering menyajikan ketan sirkayan dengan roti tawar Purimas untuk menu berbuka puasa.